Tuhan ada karena Aku ada
Tuhan ada karena Aku membutuhkanNya
Tuhan ada karena Aku memikirkanNya
Tuhan ada karena semesta perwujudanNya

Saat aku butuh Dia
Maka aku panggil Dia
Akankah Dia tinggalkan Aku?
Tidak, Dia dekat dengan urat leherku

Aku panggil Allahu Akbar
Karena aku merasa sangat kecil
Aku panggil Allah Maha Besar
Karena aku tak mampu angkuh

Sedang Apa Kau

Dalam Berbagai Kesempatan
Bahkan dalam sudut kesendirian
Selalu munculkan bayangan sosok mereka
Tinggalkan kenangan yang tak nyata

berjajar susunan batu Nisan yang indah
kutertunduk bersisikan tumpukan batu bertanda
kuusapkan tangan kanan membelah rerumputan
kuredupkan mata beriringkan doa

Kumenyatu dengan alam bersama angan
Kumenanya sedang apa kau disana
Terbesitkan nuansa rasa samsara bersama
Teriangkan atas bisikan kebahagian bersamaNYA

HKB, Jakarta, 9 Agustus 2011

Serat kagem Surat

Duh gusti
Ampuni pikiranku
Ampuni jemariku

Ampun gusti
Pikiranku tlah hantar jemariku
Tlah tulis surat untuk Surat

Mohon gusti
Sampaikan surat ini untuk surat
Sungguh hamba malu

Suratku untuk Surat:

Aku ingin jadi manusia sejati
Aku ingin tegakkan panji Negara
Aku ingin jadikan penerusku Merdeka
Aku ingin Wurung Galih

Selama aku punya ingin
Apa itu tanda hidup ?
Bila aku tak punya ingin
Apa aku semakin dekat dengan MU ?

Ketika ingin dan ingin itu ada
Semakin menyeruak nafsuku
Ketika ingin dan tidak ingin bersamaan ada
Semakin terasa manusiaku
Ketika hanya ada tidak ingin
Aku mungkin sudah bersatu dengan MU

Surat, Bapakku..
Andai kau sudah disisiNya
Tolong bisikkan padaNya
Bahwa aku anakmu sedang berupaya
Mencari wejanganmu yang belum tertatah
Dalam hidup dan kehidupan

Ketika hidup ini wajar, maka wajarlah kalau hidup

Hidup itu hari ini, Hari ini kalau orang londo bilang Present

Present artinya juga hadiah, Hadiah bagi yang bersyukur

Jadi kalau kita mensyukuri hidup hari ini, maka mendapatkan Hadiah

Hadiah apa itu?

Hadiah hidup yang mampu melayani,

Melayani siapa itu?

Melayani seluruh alam semesta titipanNya.

Lalu Hari Kemarin atau lampau itu apa?

Hari Kemarin adalah bayangan

Bayangan tentang kebaikan dan keburukan

Sesuatu yang tidak akan pernah mampu diulang kembali

Kalau Besok?

Makne…

Esuk-esuk wis udreg-udregan

Ngomel-ngomel kentekan beras

Misah-misuh nggolek munthu ra ketemu

Makne…

Awan-awan wis dandan ayu

kethap-kethip ning ngarep koco

Wedhak Pupur nggo ngolek duwit

Puisi untuk Seorang Suami beristeri Pelacur