Rahwana Tokoh yang didiskreditkan

Ketika mendengarkan cerita tentang Rahwana dalam Pupuh Ramayana, tentu kita selalu berkonotasi negatif karena sikapnya yang telah menculik Dewi Sinta dari Si Rama Wijaya. Semua tentu sepakat tentang cerita itu atas segala kejahatan Rahwana. Anggapan itu terus terang Keliru. Tokoh yang sepatutnya ditiru bukanlah Rama Wijaya, melainkan Rahwana. Lho Kenapa?

Sudut Pandang dari sisi Rahwana:

  1. Rahwana mencintai Sinta sepenuh hati, hingga sampai menculik Sinta dari sang Suami Rama.
  2. Rahwana menempatkan Sinta ditempat yang terhormat, yaitu di dalam istana yang megah dan ditemani Dewi Trijatha.
  3. Rahwana tidak memaksakan kehendaknya untuk Sinta mau menjadi Permaisurinya, namun justru dengan lembut setiap hari menanyakan hal yang sama, “apakah Sinta mau menjadi Permaisuriku?”
  4. Rahwana dengan kekuasaannya selaku Raja, juga tidak memperlakukan wanita dengan kasar.
  5. Rahwana mempertahankan Sinta, hingga terbunuh oleh Rama Wijaya.

Sudut Pandang dari sisi Rama Wijaya:

  1. Rama adalah bukan suami yang baik, karena wanita yang jika dinyatakan dicintai tidak mampu dilindungi. Sinta mampu diculik Rahwana.
  2. Ketika Sinta diketahui hilang, Rama tidak mencoba mencari sendiri, justru menyuruh Jatayu. Hingga Jatayu mati ditangan Rahwana. Suami yang tidak mencintai sepenuh hati.
  3. Ketika Sinta ditemukan dan kembali lagi ke pangkuan suaminya, justru Sinta dituduh tidak suci lagi.
  4. Rama menyuruh Sinta melakukan Pati Obong, terjun di kobaran Api, selaku bukti bila dia masih suci. Jika Sinta suci, maka tidak akan terbakar.

SUAMI MACAM APA ITU RAMA WIJAYA?