Semua sudah ada “Filmnya”

 title=Setiap insan selalu berusaha memerankan menjadi orang baik, bahkan terkadang justru secara tidak sadar telah menyakiti hati orang lain. Bagaimana tidak? cobalah tengok apa yang pernah manusia lakukan untuk menjadi orang baik. Pertama, menempatkan diri pada posisi baik dan menempatkan orang lain pada posisi buruk, jelek dan rusak. Kedua, setelah diri ini jadi orang baik, dan orang lain disisi yang lain maka tentu sudah punya “pemikiran” bahwa orang lain itu buruk. Ketiganya, menjadi manusia yang serba benar, super, dan tiada cela.

Manusia yang diawali “ingin” maka siap-siap saja memperbudak hasrat diri untuk membuat tujuan-tujuan semu yakni “menjadi” yang baik. Dampaknya orang lain jadi korban. Lah kok malah membingungkan? Ya memang manusia sering merasa bingung, bimbang dan serba ragu-ragu. Karena manusia sering “mencipta” sesuatu yang bukan esensinya. Menjadi lebih “pintar” dari Tuhannya. Mencipta jalan-jalan baik untuk mencapai Surganya. Apakah dengan jalan nafsu seperti itu bisa mendapatkan RidhoNYA? Ah, sok tau lo..

Cobalah kita renungkan sejenak, sejak kapan Manusia meminta dilahirkan di Rahim Ibu A dengan bapak B? Sejak kapan kita mengarang cerita bahwa ketika kita berhati-hati maka selamat? Mengarang-ngarang Cerita seolah kitalah yang mengatur masa depan diri kita, Isteri dan anak-anak kita. Mempersiapkan Harta dan lain-lain supaya bisa menyelamatkan Isteri, anak-anak bahkan cucu agar aman setelah ditinggalkan kita bila mati. Apakah semua benar sesuai skenario kita? Bila tidak lalu bagaimana? Nah lalu mau lo apa!!! mempersiapkan salah! membiarkan juga salah!

kalau sewot dan masih bertanya, apakah sudah tahu tujuan hidup itu? Haruskah jadi orang baik, atau haruskah jadi orang jahat? Siapa yang mengharuskan??? Tidak ada! sekali lagi, Tidak Ada!! Bisakah kita menolak peran kita di dunia “saat ini”? Bisakah kita memilih-milih peran kita di dunia ini? Saya jadi orang baik, lalu kamu saja yang saya jadikan orang jahat, supaya saya terlihat orang baik!! Bisakah kita merubah dunia ini berisikan orang baik, orang kaya, orang bahagia dan lain-lain yang positif-positif saja? Kenapa disebut Positif? Ya, karena ada teman yang mau disebut Negatif.

Semua peran-peran di dunia sudah ada skenarionya. Skenario terbaik dan sudah dicipta dari sebelum terbentuknya makhluk-makhluk ciptaanNYA. Kita tahu, bahwa hanyalah Tuhan yang tiada berawal dan tiada berakhir, sedangkan semua ciptaanNYA punya pola Fana. Hanya satu ciptaanNYA yang memiliki sifat mendekati DzatNya, yaitu Manusia. Ya, Manusialah yang memiliki 2 Materi: Materi Tanah (Bumi) dan Materi Ruh (Tuhan). Iblis terbuat dari api, Malaikat dari Nur, maka wajarlah bila mereka disuruh sujud pada Manusia. Tuhan mencipta semua makhluk ini bukan tanpa tujuan sebab Tuhan pertama mencipta adalah Surga dan Neraka. Ya, Kebaikan dan Keburukan. Benarkah Tuhan mencipta Iblis tanpa sengaja untuk nantinya menolak perintahNya untuk sujud pada manusia? Jawabnya tentu MUSTAHIL, sebab Tuhan Maha Tahu!!

Kesadaran bahwa kita sudah memainkan segala peran sesuai skenarioNYA saat ini karena ujungnya adalah “Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Tuhan dan akan kembali padaNYA”. Ruh adalah Dzat Tuhan, ya hanya itulah yang bisa kembali pada DzatNya, Kembali UNITY. Film yang diputar dalam sebuah Player bernama BUMI.

Jakarta suatu sore sebelum Maghrib, 6 Juli 2011